Dokumenter Pengrajin Batik Indonesia
Pengrajin Batik
Dokumenter Pengrajin · Proses Pembuatan

Nglorod: Proses Penghilangan Malam dari Kain Batik

Mengenal proses nglorod — tahap akhir pembuatan batik di mana malam dihilangkan dari kain untuk menampilkan warna asli.

Oleh Tim Editorial6 menit baca
Tahap pelorodan/penghilangan malam di sanggar batik. Foto — CC BY-SA 4.0 (Wikimedia Commons)
Tahap pelorodan/penghilangan malam di sanggar batik. Foto — CC BY-SA 4.0 (Wikimedia Commons)

Nglorod adalah tahap akhir yang krusial dalam pembuatan batik, di mana malam yang telah menjadi resist dihilangkan dari kain untuk menampilkan warna asli dan motif yang telah dibuat.

Pengertian Nglorod

Nglorod berasal dari bahasa Jawa yang berarti "menghilangkan" atau "membersihkan". Dalam konteks batik, nglorod merujuk pada proses penghilangan malam dari kain setelah proses pewarnaan selesai.

Teknik Perebusan

Proses nglorod utama dilakukan dengan perebusan:

  1. Siapkan air: Air mendidih dalam wajan besar
  2. Masukkan kain: Kain batik yang sudah diwarnai dimasukkan
  3. Rebus: Biarkan air mendidih selama beberapa menit
  4. Aduk: Aduk perlahan untuk membantu malam luruh
  5. Angkat: Angkat kain setelah malam luruh

Pencucian Akhir

Setelah perebusan, kain perlu dicuci bersih:

  • Bilas dengan air bersih: Hilangkan sisa malam dan pewarna
  • Cuci dengan sabun lembut: Bersihkan kain secara menyeluruh
  • Bilas lagi: Pastikan tidak ada sisa yang tertinggal

Pengeringan dan Finishing

Setelah dicuci:

  • Peras perlahan: Hilangkan air berlebih tanpa merusak kain
  • Jemur: Jemur di tempat teduh untuk menjaga warna
  • Setrika: Setrika kain untuk meratakan dan menghaluskan

Kesimpulan

Nglorod adalah tahap penentu yang mengungkap keindahan batik yang sebenarnya. Proses ini membutuhkan ketelitian agar malam luruh sempurna tanpa merusak warna atau motif.

TopikProses Pembuatannglorod batikPengrajin Batik
T

Disunting oleh

Tim Editorial

Jurnal editorial independen tentang kerajinan batik.

Tulisan terkait